"Saya sering frustasi untuk menciptakan karya karena marak sekali pembajakan karya cipta," kata Melly kepada ANTARA di Pekanbaru, Kamis (16/6).
Melly berkunjung ke Pekanbaru untuk mensosialisasikan HaKI dan berkampanye melawan pembajakan. Selama dua bulan terakhir, mantan vokalis grup band Potret itu berkeliling daerah sebagai Duta Perlindungan HaKI.
Menurut dia, aksi pembajakan hak cipta karya seni khususnya di dunia musik makin marak seiring dengan perkembangan teknologi digital. Penjualan produk cakram lagu bajakan 'menjamur' hingga ke pusat perbelanjaan di berbagai daerah.
Istri musisi Anto Hoed itu mengatakan pembajakan HaKI tumbuh subur karena penegakan hukum masih sangat lemah.
"Penegakan hukum masih sangat lemah tak seperti apa yang dikampanyekan. Saya juga jadi enggan bikin album karena sudah biaya mahal nanti dibajak, lebih baik produksi single saja," kata wanita yang kerap tampil 'nyentrik' saat beraksi di panggung itu.
Selanjutnya, putri tunggal mendiang penyanyi Melky Goeslaw itu, maraknya pembajakan HaKI sangat memukul seniman juga industri musik dari segi finansial.
Industri memang merespons dengan mencari pemasukan dari bisnis nada dering (ring back tone) di telepon seluler. Namun Melly mengatakan hal tersebut justru memangkas kreativitas musisi di masa depan.
"Kalau dulu saya membuat satu lagu akan membuat sebaik-baiknya dari intro, 'reffrain' sampai 'coda'. Tapi dengan bisnis 'ring back tone' yang penting reffrain saja karena itu yang akan dipakai dan sebenarnya sangat disayangkan," katanya. (antara/bun)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dukung kontes seo Top 1 oli sintetik mobil-motor indonesia