Namun sejatinya, reaksi kemarahan Ahmad Dhani juga ditunjukkan saat yang bersangkutan dinobatkan sebagai Duta KDRT oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak November 2010 lalu.
"Memang jadi memanas lagi waktu itu sudah sempat adem. Pemilihan saya jadi Duta KDRT, nggak tahu nggak ada angin dan hujan tiba-tiba Mas Dhani marah-marah. Sampai sekarang imbasnya," ungkap Maia saat merayakan ulang tahunnya di Rooftup, Kemang, Jakarta Minggu (30/01/2011).
Persoalan bertambah saat keluar keputusan Mahkamah Agung, hingga Dhani memberi opsi yang bernada larangan pada anak-anaknya untuk datang di pesta ulang tahun bundanya.
Pentolan Dewa 19 itu, menjelang ulang tahun bundanya memberikan referendum, kalau yang datang ke bundanya berarti anak tersebut memilih tinggal di rumah Maia dan tidak kembali lagi ke ayahnya.
Namun demikian Maia tidak menyimpan rasa ketakutan kalau sang suami melarangnya bertemu anak-anak. Baginya hal itu sudah dipasrahkan pada Tuhan sejak awal dirinya berpisah dari sang mantan suami. Gilirannya akan dikumpulkan dengan anak, nantinya juga diyakini akan datang.
"Kalau itu saya nggak pernah takut. Kalau itu saya nggak pernah tahu, semua sudah diatur oleh Allah. Karena aku yakin bahwa sekalipun anak-anak dibawa ke ujung dunia, aku yakin bahwa kalau Allah sudah mau mempertemukan besok pasti aku akan ketemu," ungkapnya. (kpl/buj/dar)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dukung kontes seo Top 1 oli sintetik mobil-motor indonesia