"Tiba-tiba dia dari dalam mobil negur aku, Astrid.. Aku pikir siapa yah, pas dia buka kaca mobil, nggak tahunya Mas Adjie. Nggak cuma negur gitu doang, kita juga sempat chit chat gitu lumayan lama," kenangnya.
Astrid sempat berpikiran bahwa Adjie yang menjadi anggota dewan pasti tak akan menegurnya, namun pikirannya salah. Bahkan dia sering dibercandain oleh Adjie untuk ditantang lari beberapa putaran.
"Kalau ketemu dia suka bercandain aku 'Ayo dua lap, tiga lap, gitu deh. Kayaknya baru benar-benar ketemu kemarin 2 atau 3 kali yang lalu sebelum meninggal," ujarnya.
Saat berjumpa, Astrid juga tak menemukan tanda-tanda Adjie sakit atau pucat. "Nggak ada, dia baik-baik aja kok. Nggak ada tanda-tanda gimana gitu. Makanya aku kaget banget. nggak nyangka sama sekali," urai Astrid.
"Menurut aku, kalau ada orang yang punya badan sehat tiba-tiba meninggal itu wajar. Kembali lagi kita di dunia ini hanya sementara, karena semua Allah yang mengatur," imbuhnya.
Bagi Astrid sosok Adjie adalah panutan bagi semuanya. Astrid mengagumi Adjie yang dinilainya orang yang tidak sombong meski sudah menjadi wakil rakyat.
"Aku ngefans banget sama beliau, dia panutan banget buat kita. Nggak sombong, orangnya suka merunduk. Itu pelajaran yang bagus banget buat kita," tukasnya. (kpl/ato/faj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dukung kontes seo Top 1 oli sintetik mobil-motor indonesia