"Mas Adjie datang jam setengah sebelas ketika saya sudah momong Keanu tidur. Setelah masuk, Mas Adjie rupanya sujud di situ langsung ngeluh sakit, saya kaget," ujar Angie diikuti tetesan air matanya, saat ditemui di rumah duka di Jl Taman Cilandak 2, Jakarta Selatan, Senin (7/2) malam.
"Hanya saja mas Adjie nggak pernah ngeluh dadanya sakit. Baru kali ini seketika itu juga dia seperti itu dan mas Adjie langsung dipapah sama adiknya, kebetulan di sini ada kak Mudji dan Opah Ari," tambah Angie.
Ketidakpercayaan Angie memang cukup beralasan. Pasalnya, saat pagi hari sebelum berangkat, almarhum sempat mengantar anaknya berangkat sekolah dan menjalani beberapa aktivitas seperti tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan.
"Memang mas Adjie seperti biasa ketika anak-anak mau berangkat sekolah selalu diantar dan berdoa bersama dulu. Siangnya Mas Adjie ada rapat fraksi lalu telepon saya dan bilang kalau nanti dia mau main bola," ujar Angie.
Angie saat itu pun mengungkapkan rasa khawatirnya, karena sang suami pernah mengalami cedera pada tendonnya. Namun, keinginan kuat dari Adjie untuk bermain bola membuat Angie tidak bisa mencegahnya.
"Tadinya sih saya lebih concern sama kakinya mas Adjie karena mas Adjie tendonnya pernah putus. Tapi keinginan mas Adjie untuk main bola itu luar biasa semenjak menjadi manajer Timnas (U-23) dan merupakan kebanggaan dia, mas Adjie memang ingin lagi bermain bola lagi," cerita Angie yang juga mengaku sering menemani suaminya main bola bersama kedua anaknya.   (kpl/adt/dar)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dukung kontes seo Top 1 oli sintetik mobil-motor indonesia